Makam Tanggung Boyo

Makam Tanggung Boyo
Makam Tanggung Boyo

Nama “TANGGUNG BOYO” dalam bahasa Indonesia diartikan “Menanggung Bahaya”, artinya adalah erisai atau tameng atau pelindung.

Mbah Tanggung Boyo adalah satu diantara sekian banyak musuh kanjeng Sunan Giri dari keturunan kerajaan Majapahit. Dikisahkan ada dua jawara dari Senggulu dikirim untuk membunuh kanjeng Sunan Giri, tapi tidak berhasil menjalankan tugas junjungannya. Salah satu jawara yang diutus lolos dan kembali ke Senggulu, tapi Mbah Tanggung Boyo bisa dilumpuhkan oleh Kanjeng Sunan Giri. Ketika disuruh kembali ke Senggulu Beliau memilih mengikuti ajaran kanjeng Sunan Giri dan mengabdikan dirinya pada kanjeng Sunan Giri sebagai pelindung kesunanan Giri.
Selama sisa hidup Mbah Tanggung Boyo mengabdikan dirinya pada Kanjeng Sunan Giri, hingga ajal menjemput. Beliau dimakamkan di dusun Karangsono Giri. Sebagai penghormatan atas jasa jasa beliau, diselenggarakan khoul oleh warga dusun Karangsono Giri setiap Jum’at kedua di bulan Muharam/Asyura. Dan kegiatan khoul ini sudah dilaksanakan masyarakat Karangsono sejak jaman dulu.
Kondisi makam sangat sederhana, suasana sekitar makam terasa asri tidak terlepas dari peran bapak Abdur Rohman selaku juru kunci makam Mbah Tanggung Boyo. Pohon pohon besar yang berumur hampir satu abad melengkapi komplek makam ini. Juga ada beberapa makam warga, konon makam makam tersebut ditengarai merupakan keturunan Mbah Tanggung Boyo.

Demikian cerita H. Gufron Ja’far selaku tokoh agama masyarakat Karangsono.

Add Comment